Kamis, 25 September 2014

Meteorologi dalam Berbagai Sudut Pandang

Meteorologi adalah ilmu interdisipliner yang mempelajari atmosfer. Kata “meteorologi” berasal dari bahasa Yunani dan terbentuk dari dua kata, yakni “meteoros” dan “logos”. “Meteoros” berarti ruang atas (atmosfer), dan “logos” yaitu berarti ilmu. Jadi secara harfiah, meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer. Di Indonesia hanya terdapat 3 institusi yang menyediakan program studi meteorologi ini, yaitu ITB, IPB, dan AMG. Pada IPB, meteorologi yang diajarkan yaitu lebih menjurus kepada agrometeorologi, yaitu meteorologi yang mempelajari pertanian, sedangkan AMG tersebut sudah ada ikatan dinasnya dengan BMKG, dan hanya ITB yang pelajarannya luas.

Orang-orang Indonesia umumnya hanya tahu meteorologi tersebut dari BMKG, dan itupun dari berita gempanya saja. Ya, memang benar ada meteorologi di BMKG. Tapi sebenarnya meteorologi tidak hanya mentok ke BMKG saja dan meramal cuaca selalu, tetapi sebenarnya ilmu meteorologi ini cukup luas cakupannya. Sebenarnya, mungkin di Indonesia masih sedikit cakupan dari ilmu meteorologi tersebut, baik dari prospek kerjanya maupun dari kebutuhan Indonesia tersebut.

Sebut saja, di Amerika, pekerjaan sebagai ahli meteorologi ini cukup populer, karena banyaknya cuaca, bencana, dan musim yang bervariasi, begitu juga di belahan bumi yang tidak berada pada garis khatulistiwa. Karena Indonesia berada pada daerah khatulistiwa, maka Indonesia pun jarang didatangi oleh bencana meteorologis dan cuaca ekstrim yang diakibatkan oleh musim yang bervariasi. Maka dari itu, di Indonesia jarang sekali mendengar apa itu meteorologi daripada negara-negara yang lain. Mungkin saja banyak warga Indonesia yang tidak tahu kalau adanya organisasi meteorologi dunia (World Meteorological Organization, WMO) yang berada dibawanh naungan PBB.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ilmu meteorologi tidak hanya mentok ke peramalan cuaca saja, tetapi meteorologi ini dapat diterapkan pada beberapa bidang yang ada, yaitu :
1. Bidang penerbangan. Meteorologi berhubungan dengan dampak cuaca pada lalu lintas udara. Meteorologi pada bidang penerbangan penting bagi kru penerbangan untuk memahami implikasi dari cuaca untuk rencana penerbangan dan pesawat mereka.

2. Bidang pertanian. Pakar meteorologi, ilmu tanah, hidrologi, dan agronomi seringkali bekerja sama mempelajari efek cuaca dan iklim terhadap pertumbuhan tanaman, hasil pertanian, efisiensi penggunaan air, fenologi perkembangan hewan dan tumbuhan, dan keseimbangan energi ekosistem. Mereka juga tertarik untuk memahami bagaimana vegetasi dan makhluk hidup mempengaruhi cuaca dan iklim.

3. Hidrometeorologi. Hidrometeorologi adalah cabang meteorologi yang berhubungan dengan siklus hidrologi, suplai air, dan statistik hujan. Hidrometeorologi menyiapkan dan mengeluarkan ramalan cuaca mengenai akumulasi kuantitatif dari presipitasi, hujan dan salju besar, dan lokasi yang akan terpengaruh dan berpotensi mengalami banjir. Biasanya jangkauan pengetahuan yang digunakan membutuhkan kemampuan klimatologi dan cabang ilmu bumi lainnya.

4. Bidang maritim. Meteorologi pada bidang maritim berhubungan dengan peramalan gelombang laut dan angin untuk operasi kelautan dan perkapalan. Meteorologi sangat berperan dalam peramalan ini, sebab jika saja terjadi kesalahan dalam peramalan atau tidak adanya ahli meteorologi, maka misalnya kapal-kapal yang akan pergi melaut akan mengalami kesulitan ataupun kecelakaan dalam perjalanan mereka ke tengah laut.

5. Bidang pertambangan dan perminyakan. Ahli meteorologi berperan dalam memprediksi cuaca di sekitar area pertambangan dan perminyakan. Untuk pertambangan, jika cuaca di area pertambangan tidak kondusif untuk melakukan aktivitas pertambangan, maka ahli meteorologi tersebut berhak untuk menghentikan aktivitas pertambangan untuk sementara hingga cuaca kembali kondusif. Jika tidak ada ahli meteorologi di suatu area pertambangan, maka area pertambangan tersebut bisa saja hancur atau tidak dapat dipakai kembali karena cuaca yang buruk terjadi. Ini pun juga berlaku di area pengeboran minyak.

6. Bidang perindustrian. Ahli meteorologi disini berperan dalam memprediksi arah angin dan juga cuaca. Jika pada saat waktu-waktu pembuangan polusi industri pabrik arah angin ternyata mengarah ke arah pemukiman penduduk, maka pembuangan dapat dihentikan untuk kebaikan lingkungan sekitar. Lalu polusi dapat dibuang pada saat arah angin tidak menuju ke pemukiman penduduk. Ahli meteorologi juga bisa merancang cerobong asap bersama enjiner lingkungan agar cerobong asap dapat dipergunakan dengan baik.

Jadi, meteorologi tidak hanya berkutat pada peramalan cuaca, dan hanya bisa bekerja pada BMKG saja, tetapi sebenarnya meteorologi ini adalah ilmu yang sangat luas, dapat diterapkan di berbagai bidang yang ada, dan juga prospek kerjanya yang sangat luas.


Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali
12813037 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar