Pada pukul 07.00 kami berangkat dari selasar oktagon ke selasar kebab. Setelah sampai disana, kami dipersilakan duduk per kelompok, dan kesempatan bagi yang ingin ke toilet. Lalu, kami dimobilisasi ke selasar PLN untuk sharing-sharing tentang tugas, bagaimana kesannya terhadap tugasnya, dan menunggu Kemas yang telat ke ITB. Pada saat Kemas datang, dia baru sadar bahwa slayernya hilang, lalu dia mencarinya dahulu Setelah ketemu, kamipun dimobilisasi ke selasar double helix.
Sampai di selasar double helix, kami ternyata terlambat 20 hitungan dari 20 hitungan yang dijanjikan untuk membuat barisan. Kejadian yang tidak diinginkanpun tidak dapat terelakkan. Kami disuruh lapor kehadiran. Yang tidak hadir yaitu Ajeng, ada acara unit untuk ke luar kota, dan Ipit, ada acara keluarganya di Bandung. Situasi yang tegang dan serius pun terus terjadi. Kami pun diuji untuk menyebutkan nama lengkap dan NIM kami seangkatan, ternyata masih ada beberapa dari kami yang belum hafal. Pada saat pengecekan spek, ada tiga orang yang salah membawa spek dan lupa melepas label minumannya. Euis yang pada saat itu menjadi PJ spek standar pun digantikan oleh Hasby yang maju dengan sendirinya untuk menggantikan. Setelah itu, kami diuji untuk menyanyikan lagu angkatan kami. Masih ada satu orang yang belum hafal dan dia diberi hukuman oleh danlap. Setelah itu, kami dimobilisasi menuju taman alat.
Sesampainya di taman alat, kami dibagi menjadi empat kelompok seperti biasanya. Alat-alat yang dikenalkan di taman alat tersebut yaitu pertama alat-alat yang berada dalam sangkar meteorologi (sangkat Stevenson). Ya, alat-alatnya adalah barograf, alat yang dapat mengukur besar tekanan dalam bentuk grafik, dan juga termohigrograf, alat untuk mengukur suhu dan kelembapan dengan menggunakan surai kuda ataupun rambut. Setelah itu, kami dikenalkan dengan anemometer, untuk mengukur besar kecepatan dan arah angin, dan panci evaporasi, untuk mengukur besar penguapan udara di wilayah sekitar. Lalu, kami dikenalkan dengan ombrometer, yaitu alat pembaca curah hujan yang masih sederhana, dan juga rain gage modern yang sudah terhubung ke server di gedung. Setelah itu, kami dikenalkan dengan Champbell Stokes, yaitu alat untuk mengukur lama waktu penyinaran sinar matahari pada daerah tersebut. Dan yang terakhir, kami dikenalkan dengan termometer bola basah dan bola kering, untuk mengukur kelembapan dalam satu hari, dan termometer maksimum dan minimum, untuk mengukur suhu maksimum dan minimum di sekitar dalam satu hari. Setelah itu, kami disuruh berkumpul kembali untuk dikenalkan dan diajarkan cara mengisi data yang didapat dari observasi di dalam tabel ME-48.
Setelah itu, kami dimobilisasi ke ruang 1401, di mana kami diberikan materi sharing jurusan tentang hubungan jurusan meteorologi dengan jurusan-jurusan yang diundang untuk jadi pemateri, yaitu Teknik Fisika (dari HMFT), Teknik Lingkungan (HMTL), dan Perencanaan Wilayah Kota/Planologi (HMP). Ternyata meteorologi cukup banyak hubungannya dan dibutuhkan oleh jurusan-jurusan yang lain. Setelah acara ini selesai, kami dimobilisasi ke selasar kebab.
Sampai di selasar kebab, beberapa orang dari kami yang mengikuti ITB SC pun dibolehkan tidak mengikuti rangkaian acara hari ini. Lalu, kami pun melaksanakan shalat Zuhur berjamaah, dengan Cahya sebagai imam (lagi). Setelah shalat selesai, kami dikumpulkan kembali, dan para taplok meminta kami untuk review materi, cerita diapain pada saat di selasar double helix, dan kesan kami terhadap PKKM hari ini dan jendral jendril yang terlibat pada hari ini. Setelah kami selesai bercerita-cerita, kami pun diberi tugas-tugas yang akan dikumpulkan minggu depan. Rangkaian acara PKKM untuk hari ini pun selesai pada pukul 13.00.
Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali
12813037