Jendral "senyum", ya, jendral ini disebut begitu oleh kami karena dia murah senyum. Dia adalah Jendral Imam, dengan bernama lengkap Imam Muttaqin, Meteorologi 2011. Sebenarnya dia itu baik, suka bercerita, dan suka bercanda. Terkadang dalam bercanda, dia kadang sedikin kelewatan, itulah yang membuat dia cukup dibenci oleh orang lain wkwkwk (soalnya kejadiannya pas wawancara). Jendral yang berpostur tinggi dan besar ini mempunyai NIM 12811022, kakak NIM dari Hasby. Jendral Imam dan Hasby adalah dua orang dengan karakter yang sangat berbeda ternyata, karena Hasby adalah orang yang pendiam, tertutup dan jarang berinteraksi. Jendral yang bersifat terbuka ini menjabat sebagai Kadiv Pengembangan Anggota, yaitu divisi dibawah PSDA. Pada saat sharing jurusan, dia menjadi moderator pada forum tersebut.
Pada saat wawancara, Jendral yang berasal dari Tasikmalaya, besar di Kalimantan Timur, dan tinggal di Garut ini melihat kami itu sudah kompak, tapi dia berpesan kalau jangan cuma kompak di PKKM saja, tapi untuk seterusnya. Beliau juga berpesan untuk meluruskan lagi tujuan mengikuti PKKM ini, jangan asal ikut saja, dan buat target kalau sudah masuk himpunan nantinya mau ngapain dan mau jadi apa.
Taplok pada acara PKKM 2014 yang tak kalah cantik ini, bernama Jendril Indah. Jendril ini mempunyai nama lengkap Indah Oktavia Dilarosa, Meteorologi 2012. Jendril ini mempunyai nama yang unik dan jarang digunakan oleh orang lain, kecuali Indah-nya. Jendril yang suka senyum dan bersenda gurau ini adalah kakak NIM dari Diana, yaitu 12812036. Di HMME ITB, jendril ini menjabat sebagai staf Senator. Jendril ini sering duduk di bagian belakang jika satu kelas dengan 2013, misalnya Matriks dan Ruang Vektor, saya dan jendril ini sekelas, dan Fisika matematika IB, juga sekelas. Di kelas Komputasi Meteorologi, jendril ini pasti selalu dudu di bagian depan, soalnya kami 2013 sudah menduduki bagian belakang dahulu.
Jendril yang memakai hijab ini berpesan kepada kami untuk tetap semangat, ikhlas, dan komitmen untuk mengikuti PKKM. Pada saat diwawancarai, jendril ini juga memberi tahu kepada kami bahwa beliau bangga sama Pradawihaya. Sebenarnya tidak banyak yang dapat disampaikan oleh jendril yang baik ini, dikarenakan wawancaranya terhenti akibat dosen Komet sudah masuk kelas.





