Jumat, 26 September 2014

Jendral Imam dan Jendril Indah


Jendral "senyum", ya, jendral ini disebut begitu oleh kami karena dia murah senyum. Dia adalah Jendral Imam, dengan bernama lengkap Imam Muttaqin, Meteorologi 2011. Sebenarnya dia itu baik, suka bercerita, dan suka bercanda. Terkadang dalam bercanda, dia kadang sedikin kelewatan, itulah yang membuat dia cukup dibenci oleh orang lain wkwkwk (soalnya kejadiannya pas wawancara). Jendral yang berpostur tinggi dan besar ini mempunyai NIM 12811022, kakak NIM dari Hasby. Jendral Imam dan Hasby adalah dua orang dengan karakter yang sangat berbeda ternyata, karena Hasby adalah orang yang pendiam, tertutup dan jarang berinteraksi. Jendral yang bersifat terbuka ini menjabat sebagai Kadiv Pengembangan Anggota, yaitu divisi dibawah PSDA. Pada saat sharing jurusan, dia menjadi moderator pada forum tersebut.
Pada saat wawancara, Jendral yang berasal dari Tasikmalaya, besar di Kalimantan Timur, dan tinggal di Garut ini melihat kami itu sudah kompak, tapi dia berpesan kalau jangan cuma kompak di PKKM saja, tapi untuk seterusnya. Beliau juga berpesan untuk meluruskan lagi tujuan mengikuti PKKM ini, jangan asal ikut saja, dan buat target kalau sudah masuk himpunan nantinya mau ngapain dan mau jadi apa.




Taplok pada acara PKKM 2014 yang tak kalah cantik ini, bernama Jendril Indah. Jendril ini mempunyai nama lengkap Indah Oktavia Dilarosa, Meteorologi 2012. Jendril ini mempunyai nama yang unik dan jarang digunakan oleh orang lain, kecuali Indah-nya. Jendril yang suka senyum dan bersenda gurau ini adalah kakak NIM dari Diana, yaitu 12812036. Di HMME ITB, jendril ini menjabat sebagai staf Senator. Jendril ini sering duduk di bagian belakang jika satu kelas dengan 2013, misalnya Matriks dan Ruang Vektor, saya dan jendril ini sekelas, dan Fisika matematika IB, juga sekelas. Di kelas Komputasi Meteorologi, jendril ini pasti selalu dudu di bagian depan, soalnya kami 2013 sudah menduduki bagian belakang dahulu.
Jendril yang memakai hijab ini berpesan kepada kami untuk tetap semangat, ikhlas, dan komitmen untuk mengikuti PKKM. Pada saat diwawancarai, jendril ini juga memberi tahu kepada kami bahwa beliau bangga sama Pradawihaya. Sebenarnya tidak banyak yang dapat disampaikan oleh jendril yang baik ini, dikarenakan wawancaranya terhenti akibat dosen Komet sudah masuk kelas.

Kamis, 25 September 2014

Jendral Arif dan Jendril Nadine


Arif Prasetyo Armandianto, itulah nama lengkap dari Jendral Arif ini. Dia adalah kakak NIM dari Ildo, 12812032. Jendral ini berasal dari Tangerang, dan dulunya bersekolah di SMAN 8 Tangerang, Banten. Di HMME ITB, dia menjabat sebagai Staf Keilmuan dan Keprofesian. Pada PKKM, Jendral Arif ini menjadi bagian keamanan, dan juga dia menjadi pemimpin mobilisasi kami selama acara. Jendral yang "sok" cool ini juga mempunyai rambut yang badai, lain daripada yang lain.
Pada saat diwawancarai, Jendral Arif mengatakan bahwa angkatan kami itu inisiatifnya sudah bagus, dan juga sok ide (saya sebenarnya ga ngerti ari dari sok ide). Jendral yang ternyata cadel ini bilang kami sok ide karena pada saat mobilisasi untuk cek spek, sebelum diberi aba-aba untuk buat barisan, kami sudah lari duluan agar lebih cepat dalam berbaris. Jendral yang sepertinya bersifat extrovert ini berpesan kepada kami untuk tetap mempertahankan inisiatif dan semangatnya, jangan hilang-hilangan, baik pada proses PKKM maupun kalau sudah dilantik. Dia juga berpesan kalau kuliah itu serius, tugas-tugasnya dikerjakan semuanya.



 

Salah satu taplok PKKM 2014 kelompok 2 ini, yaitu kelompok saya, ternyata pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi dari prodi Meteorologi (waah bangga dong!). Ya, Jendril Nadine namanya, beiau bernama lengkap Nadine Pricilia, Meteorologi 2011. Jendril yang berhijab dan agak pemalu ini adalah kakak NIM dari Abay, 12811029. Jendril yang pintar ini ternyata memegang jabatan sebagai Kadiv Keilmuan di HMME ITB. Walaupun agak pemalu, tetapi Jendril ini ternyata sangat peduli kepada kami, dan juga dia suka untuk memberi nasihat-nasihat yang bagus kepada kami.
Jendril Nadine memberi kesan kepada kami kalau kami itu ternyata orang-orangnya moody, sekalinya senang terus senang, sekalinya down terus down. Jendril yang baik dan ramah ini mengatakan kalau kami itu senang sama sesuatu yang dapat dipelajari, dan jika kami diberi instruksi yang jelas dilakukan dengan baik, serta jika diberi instruksi kurang jelas, dilakukan dengan kurang baik.

Resume PKKM 20 September 2014

Pada pukul 07.00 kami berangkat dari selasar oktagon ke selasar kebab. Setelah sampai disana, kami dipersilakan duduk per kelompok, dan kesempatan bagi yang ingin ke toilet. Lalu, kami dimobilisasi ke selasar PLN untuk sharing-sharing tentang tugas, bagaimana kesannya terhadap tugasnya, dan menunggu Kemas yang telat ke ITB. Pada saat Kemas datang, dia baru sadar bahwa slayernya hilang, lalu dia mencarinya dahulu Setelah ketemu, kamipun dimobilisasi ke selasar double helix.

Sampai di selasar double helix, kami ternyata terlambat 20 hitungan dari 20 hitungan yang dijanjikan untuk membuat barisan. Kejadian yang tidak diinginkanpun tidak dapat terelakkan. Kami disuruh lapor kehadiran. Yang tidak hadir yaitu Ajeng, ada acara unit untuk ke luar kota, dan Ipit, ada acara keluarganya di Bandung. Situasi yang tegang dan serius pun terus terjadi. Kami pun diuji untuk menyebutkan nama lengkap dan NIM kami seangkatan, ternyata masih ada beberapa dari kami yang belum hafal. Pada saat pengecekan spek, ada tiga orang yang salah membawa spek dan lupa melepas label minumannya. Euis yang pada saat itu menjadi PJ spek standar pun digantikan oleh Hasby yang maju dengan sendirinya untuk menggantikan. Setelah itu, kami diuji untuk menyanyikan lagu angkatan kami. Masih ada satu orang yang belum hafal dan dia diberi hukuman oleh danlap. Setelah itu, kami dimobilisasi menuju taman alat.
Sesampainya di taman alat, kami dibagi menjadi empat kelompok seperti biasanya. Alat-alat yang dikenalkan di taman alat tersebut yaitu pertama alat-alat yang berada dalam sangkar meteorologi (sangkat Stevenson). Ya, alat-alatnya adalah barograf, alat yang dapat mengukur besar tekanan dalam bentuk grafik, dan juga termohigrograf, alat untuk mengukur suhu dan kelembapan dengan menggunakan surai kuda ataupun rambut. Setelah itu, kami dikenalkan dengan anemometer, untuk mengukur besar kecepatan dan arah angin,  dan panci evaporasi, untuk mengukur besar penguapan udara di wilayah sekitar. Lalu, kami dikenalkan dengan ombrometer, yaitu alat pembaca curah hujan yang masih sederhana, dan juga rain gage modern yang sudah terhubung ke server di gedung. Setelah itu, kami dikenalkan dengan Champbell Stokes, yaitu alat untuk mengukur lama waktu penyinaran sinar matahari pada daerah tersebut. Dan yang terakhir, kami dikenalkan dengan termometer bola basah dan bola kering, untuk mengukur kelembapan dalam satu hari, dan termometer maksimum dan minimum, untuk mengukur suhu maksimum dan minimum di sekitar dalam satu hari. Setelah itu, kami disuruh berkumpul kembali untuk dikenalkan dan diajarkan cara mengisi data yang didapat dari observasi di dalam tabel ME-48.

Setelah itu, kami dimobilisasi ke ruang 1401, di mana kami diberikan materi sharing jurusan tentang hubungan jurusan meteorologi dengan jurusan-jurusan yang diundang untuk jadi pemateri, yaitu Teknik Fisika (dari HMFT), Teknik Lingkungan (HMTL), dan Perencanaan Wilayah Kota/Planologi (HMP). Ternyata meteorologi cukup banyak hubungannya dan dibutuhkan oleh jurusan-jurusan yang lain. Setelah acara ini selesai, kami dimobilisasi ke selasar kebab.

Sampai di selasar kebab, beberapa orang dari kami yang mengikuti ITB SC pun dibolehkan tidak mengikuti rangkaian acara hari ini. Lalu, kami pun melaksanakan shalat Zuhur berjamaah, dengan Cahya sebagai imam (lagi). Setelah shalat selesai, kami dikumpulkan kembali, dan para taplok meminta kami untuk review materi, cerita diapain pada saat di selasar double helix, dan kesan kami terhadap PKKM hari ini dan jendral jendril yang terlibat pada hari ini. Setelah kami selesai bercerita-cerita, kami pun diberi tugas-tugas yang akan dikumpulkan minggu depan. Rangkaian acara PKKM untuk hari ini pun selesai pada pukul 13.00.


Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali
12813037

Meteorologi dalam Berbagai Sudut Pandang

Meteorologi adalah ilmu interdisipliner yang mempelajari atmosfer. Kata “meteorologi” berasal dari bahasa Yunani dan terbentuk dari dua kata, yakni “meteoros” dan “logos”. “Meteoros” berarti ruang atas (atmosfer), dan “logos” yaitu berarti ilmu. Jadi secara harfiah, meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer. Di Indonesia hanya terdapat 3 institusi yang menyediakan program studi meteorologi ini, yaitu ITB, IPB, dan AMG. Pada IPB, meteorologi yang diajarkan yaitu lebih menjurus kepada agrometeorologi, yaitu meteorologi yang mempelajari pertanian, sedangkan AMG tersebut sudah ada ikatan dinasnya dengan BMKG, dan hanya ITB yang pelajarannya luas.

Orang-orang Indonesia umumnya hanya tahu meteorologi tersebut dari BMKG, dan itupun dari berita gempanya saja. Ya, memang benar ada meteorologi di BMKG. Tapi sebenarnya meteorologi tidak hanya mentok ke BMKG saja dan meramal cuaca selalu, tetapi sebenarnya ilmu meteorologi ini cukup luas cakupannya. Sebenarnya, mungkin di Indonesia masih sedikit cakupan dari ilmu meteorologi tersebut, baik dari prospek kerjanya maupun dari kebutuhan Indonesia tersebut.

Sebut saja, di Amerika, pekerjaan sebagai ahli meteorologi ini cukup populer, karena banyaknya cuaca, bencana, dan musim yang bervariasi, begitu juga di belahan bumi yang tidak berada pada garis khatulistiwa. Karena Indonesia berada pada daerah khatulistiwa, maka Indonesia pun jarang didatangi oleh bencana meteorologis dan cuaca ekstrim yang diakibatkan oleh musim yang bervariasi. Maka dari itu, di Indonesia jarang sekali mendengar apa itu meteorologi daripada negara-negara yang lain. Mungkin saja banyak warga Indonesia yang tidak tahu kalau adanya organisasi meteorologi dunia (World Meteorological Organization, WMO) yang berada dibawanh naungan PBB.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ilmu meteorologi tidak hanya mentok ke peramalan cuaca saja, tetapi meteorologi ini dapat diterapkan pada beberapa bidang yang ada, yaitu :
1. Bidang penerbangan. Meteorologi berhubungan dengan dampak cuaca pada lalu lintas udara. Meteorologi pada bidang penerbangan penting bagi kru penerbangan untuk memahami implikasi dari cuaca untuk rencana penerbangan dan pesawat mereka.

2. Bidang pertanian. Pakar meteorologi, ilmu tanah, hidrologi, dan agronomi seringkali bekerja sama mempelajari efek cuaca dan iklim terhadap pertumbuhan tanaman, hasil pertanian, efisiensi penggunaan air, fenologi perkembangan hewan dan tumbuhan, dan keseimbangan energi ekosistem. Mereka juga tertarik untuk memahami bagaimana vegetasi dan makhluk hidup mempengaruhi cuaca dan iklim.

3. Hidrometeorologi. Hidrometeorologi adalah cabang meteorologi yang berhubungan dengan siklus hidrologi, suplai air, dan statistik hujan. Hidrometeorologi menyiapkan dan mengeluarkan ramalan cuaca mengenai akumulasi kuantitatif dari presipitasi, hujan dan salju besar, dan lokasi yang akan terpengaruh dan berpotensi mengalami banjir. Biasanya jangkauan pengetahuan yang digunakan membutuhkan kemampuan klimatologi dan cabang ilmu bumi lainnya.

4. Bidang maritim. Meteorologi pada bidang maritim berhubungan dengan peramalan gelombang laut dan angin untuk operasi kelautan dan perkapalan. Meteorologi sangat berperan dalam peramalan ini, sebab jika saja terjadi kesalahan dalam peramalan atau tidak adanya ahli meteorologi, maka misalnya kapal-kapal yang akan pergi melaut akan mengalami kesulitan ataupun kecelakaan dalam perjalanan mereka ke tengah laut.

5. Bidang pertambangan dan perminyakan. Ahli meteorologi berperan dalam memprediksi cuaca di sekitar area pertambangan dan perminyakan. Untuk pertambangan, jika cuaca di area pertambangan tidak kondusif untuk melakukan aktivitas pertambangan, maka ahli meteorologi tersebut berhak untuk menghentikan aktivitas pertambangan untuk sementara hingga cuaca kembali kondusif. Jika tidak ada ahli meteorologi di suatu area pertambangan, maka area pertambangan tersebut bisa saja hancur atau tidak dapat dipakai kembali karena cuaca yang buruk terjadi. Ini pun juga berlaku di area pengeboran minyak.

6. Bidang perindustrian. Ahli meteorologi disini berperan dalam memprediksi arah angin dan juga cuaca. Jika pada saat waktu-waktu pembuangan polusi industri pabrik arah angin ternyata mengarah ke arah pemukiman penduduk, maka pembuangan dapat dihentikan untuk kebaikan lingkungan sekitar. Lalu polusi dapat dibuang pada saat arah angin tidak menuju ke pemukiman penduduk. Ahli meteorologi juga bisa merancang cerobong asap bersama enjiner lingkungan agar cerobong asap dapat dipergunakan dengan baik.

Jadi, meteorologi tidak hanya berkutat pada peramalan cuaca, dan hanya bisa bekerja pada BMKG saja, tetapi sebenarnya meteorologi ini adalah ilmu yang sangat luas, dapat diterapkan di berbagai bidang yang ada, dan juga prospek kerjanya yang sangat luas.


Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali
12813037 

Rabu, 17 September 2014

Jendril Nunu dan Jendral Ucup



Siti Nur Asri (Jendril Nunu)
12812005
Staf Kekeluargaan HMME ITB
     
Jendril yang biasa dipanggil Jendril Nunu ini berpesan kepada kami semua untuk tetap semangat mengikuti keseluruhan kegiatan diksarnya (makasih jendril :3). Ternyata jendril cantik ini mengatakan bahwa angkatan 2013 itu tak terduga (wah! :o), kuorumnya banyak (yoi dong, semoga tetap banyak selalu ya Prads), dan semoga kuorumnya bisa dipertahankan selalu~




Muhammad Yusuf Afandi (Jendral Ucup)
12812034
Staf Kominfo HMME ITB

Jendral yang biasa dipanggil jendral Ucup ini berpesan kepada kami semua, Pradawihaya, semoga panjang umur dan sehat selalu kedepannya (emangnya kita ulang tahun jend?). Jendral Ucup berpikir bahwa angkatan 2013 mempunyai inisiatif yang tinggi dalam mengikuti diksar, wah semoga itu benar adanya dan semoga kami bisa memertahankan inisiatif kami ya hehehe...

Resume PKKM 13 September 2014

Pada pagi harinya, kami berkumpul pada pukul 19.15 di selasar kebab, dan sudah disambut oleh para taplok dari masing-masing kelompok. Yang hadir pada saat itu adalah 31 dari 38 orang. Yang tidak hadir yaitu Habib, Bima, Zikri, Diaz, Widy, Charla, dan Ray. Kami mengumpulkan tugas peta tempat tinggal kami di Bandung dan sekitarnya, satu untuk ke kampus dan satunya lagi untuk ke basecamp. Setelah itu, para taplok mengajari kami tata cara lapor dari kopral/kopril kepada jendral/jendril.

Lalu kami dimobilisasi menuju lantai 2 Labtek Biru untuk mengumpulkan tugas-tugas yang telah diberi pada hari kemarin. Setelah itu, kami masing-masing kelompok disuruh untuk mempresentasikan hasil dari tugas-tugas yang telah dikerjakan itu. Untuk kelompok saya sendiri, kelompok 2, kami mendapat giliran pertama. Kami mengambil kasus dari banjir yang terjadi di Manado pada awal 2014 yang lalu. Sedangkan kelompok 1 membahas tentang banjir di daerah Banjarmasin, kelompok 3 di daerah Balikpapan, dan kelompok 4 di daerah Karawang. Semua peserta yang mengikuti presentasi ini sangat antusias dalam membahas dan mendiskusikan tentang masalah banjir pada daerah masing-masing yang diambil oleh keempat kelompok, terutama Jendral Tyo yang sangat bersemangat.

Setelah diskusi tersebut berakhir, kami dimobilisasi ke selasar double helix. Kami sempat diagitasi karena kami lambat dalam membuat barisan dan meluruskannya, sehingga kami diberi waktu 20 hitungan dan harus sudah selesai dalam berbaris untuk kedepannya. Lalu kami mengalami kesulitan dalam memberi laporan kehadiran, itu dikarenakan karena ada yang tidak tahu nama Jendralnya, ada yang suaranya kurang keras, ada yang tidak tahu berapa jumlah yang hadir dan yang tidak hadir, dan ada juga yang mengalami “demam panggung” sehingga dia gugup dalam melapor. Setelah itu dilalui, kami pun disuruh untuk mengecek spek yang dipimpin oleh Fahmi. Ada beberapa yang tidak memenuhi spek, seperti ada yang biskuitnya sudah habis sehingga tidak ada bukti bahwa dia membawa biscuit tadinya, ada yang senternya tidak bisa menyala, ada yang lupa melepas label air mineralnya, dan ada yang tidak membawa obat-obatan pribadi.

Lalu kami pun dimobilisasi ke Labtek Biru lantai 2 tadi untuk pemberian dan pemaparan tentang program kerja jangka panjang yang sekaligus juga sebagai pengabdian masyarakat dari HMME yang bernama Zephyrus. Zephyrus ini dibuat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keilmuan dan keprofesian anggota HMME dengan mengaplikasikannya. Nama Zephyrus diambil dari mitologi Yunani yang berarti Dewa Angin Barat. Zaphyrus ini adalah bentuk dari pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengbdian masyarakat. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk memasang EWS (Early Warning System) pada satu titik di sepanjang Sungai Cikapundung yang sangat berpotensi mengalami banjir. Sekarang program ini masih dalam progres 8 titik, yang nantinya akan diseleksi menjadi 3 titik dahulu.

Setelah pemaparan materi tentang Zephyrus selesai, kami dimobilisasi kembali ke selasar double helix. Kami disuruh untuk mengevaluasi materi, membahas tentang tugas peta, dan tugas buku kepo. Ada beberapa dari kami yang belum menyelesaikan buku kepo dan ditanyai alasannya. Kami juga ditanyai kenapa kami lebih memilih untuk membeli peta daripada membuatnya. Akibatnya, kami diberi konsekuensi, yaitu untuk PKKM selanjutnya diberi kuorum sebanyak 35 orang, dan itu berarti maksimal 3 orang yang boleh absen dalam PKKM selanjutnya. Dan jika kami tidak memenuhi kuorum, maka konsekuensinya adalah kami harus mengadakan kegiatan olahraga angkatan dengan full team.

Setelah selesai urusan di selasar double helix, kami dimobilisasi ke lapangan parker Lab. Teknik Kimia untuk bertemu dengan para taplok. Kami diberikan tugas untuk membuat blog perorangan dan mengisinya dengan resume PKKM dan hasil wawancara jendral dan jendril minimal 1 orang untuk tiap jendral dan jendril. Tugas selanjutnya yaitu membuat blog angkatan yang diisi dengan foto angkatan, kegiatan angkatan, dan tugas-tugas yang diberikan pada saat PKKM. Dan tugas terakhirnya yaitu membuat video ucapan selamat ulang tahun HMME ”Atmospharia” yang ke-6. Semua tugas dikumpulkan pada PKKM selanjutnya. Kegiatan PKKM pun selesai sekitar pukul 12.00.


Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali
12813037

Senin, 15 September 2014

Resume PKKM 12 September 2014

Pada pukul 19.15, kami dimobilisasi dari tempat kami berkumpul di oktagon ke jembatan Labtek V-VI untuk mengecek spek dan kami dibagi menjadi empat kelompok. Lalu setelah adzan Isya, kami pun melakukan shalat Isya berjamaah, dengan Cahya sebagai imamnya. Lalu, kami dikumpulkan lagi untuk melakukan latihan baris-berbaris (PBB). Setelah mendapat cukup pelajaran tentang baris-berbaris, kami dimobilisasi ke selasar Labtek Biru dekat sekretariat HMME.

Di sana, kami ditanya tentang kesiapan dan kesanggupan kami, sehingga kami mengatakan siap, dan kami juga mengatakan siap untuk menerima seluruh resiko yang akan diberikan kepada kami. Setelah itu, kami diberikan slayer peserta PKKM oleh jendral dan jendril. Kami diberikan pangkat Kopral dan Kopril oleh panitia PKKM, dan kami wajib memperkenalkan nama kami dengan nama awal Kopral/Kopril, sedangkan panitia PKKM dipanggil dengan Jendral/Jendril.

Lalu, kami pun dimobilisasi lagi ke jembatan Labtek V-VI. Kami diberi suatu kajian dan berdiskusi tentang banjir dan bagaimana cara menanggulanginya oleh Jendral Tyo, Jendral Udin, dan Jendril Alfi. Kami diberi tahu bahwa sebagai mahasiswa, kita harus mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama poin yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kita dapat melakukan itu dengan cara memberi sosialisasi kepada masyarakat, yaitu yang berhubungan dengan meteorologi. Maka diangkatlah masalah tentang banjir, yang sering terjadi di Bandung Selatan. Kami mengkaji bagaimana itu bisa terjadi, kenapa hanya di Bandung Selatan yang pasti selalu banjir, dan bagaimana mengatasinya agar kiriman air dari utara tidak terlalu banyak ke Bandung Selatan. Setelah kami berdiskusi cukup lama dan waktunya sudah hamper habis, lalu kami diberi tugas perkelompok untuk membuat presentasi tentang banjir, kami disuruh untuk mencari suatu daerah di Indonesia yang rawan/pernah banjir, diambil suatu studi kasus, penyebabnya, dan mencari solusinya, baik dari sisi meteorologis maupun non meteorologis. Kami diberi waktu satu malam untuk mengerjakannya. PKKM pun selesai untuk malam itu pada pukul 21.00.


Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali
12813037